FISIP UNS STATION

Tampilkan postingan dengan label Surakarta. Tampilkan semua postingan

Workshop dan Puncak Final Journifest 2015 LPM Visi Fisip UNS

Workshop Jurnalistik Feature News dan Photostory di UNS

Surakarta - LPM Visi Fisip UNS menggelar workshop Jurnalistik Feature News dan Photostory. Acara ini adalah sebagian acara dari Journifest " Food and Culture in Frame ", sekaligus menjadi acara puncak final dari lomba penulisan feature news dan pembuatan fotostory. Acara yang dilaksanakan di Ruang Seminar Fisip UNS ini dimulai pada Minggu ( 14/06 ) pukul 09.00 WIB yang mendatangkan dua pembicara yakni Ali Nur Yasin ( Kepala Biro Tempo Yogyakarta - Jawa Tengah ) serta Taufan Wijaya ( penulis buku " Foto Jurnalistik dalam Dimensi Utuh ".

Workshop diawali dengan materi yang di sampaikan oleh Ali Nur Yasin, yang menegaskan bahwa feature news yang dibuat oleh seorang reporter harus berdasarkan fakta dengan verifikasi/klarifikasi dengan narasumber yang berkaitan. Dilanjutkan materi kedua oleh Taufan Wijaya yang menjelaskan bagaimana membuat fotostory yang benar. Remaja alumni Fisip UNS ini menjelaskan beberapa tahap mudah membuat fotostory dengan harus memahami cerita yang akan disampaikan, riset dan interaksi dengan objek yang akan diceritakan.

Novian mahasiswa UNS yang menjadi salah satu peserta workshop, menuturkan workshop cukup bagus, tema yg dipakai jg menarik yaitu tentang kuliner, namun workshop td terasa kurang begitu seru. Dia merasa penyampaiannya terasa hambar. "Overall ya workshopnya not bad", Jelas Novian di akhir pendapatnya.

Setelah penyampaian materi, semua peserta lomba Journifest diberi tantangan untuk membuat feature news dengan diajak ke luar ruangan dan diberi waktu 60 menit. Semua finalis menyelesaikan tantangan yang diberikan panitia tepat waktu. Di puncak acara telah di tetapkan pemenang dari lomba fotostory dan menulis feature, untuk pemenang pertama fotostory Journifest 2015 adalah Bayu Wira Handyan dari Universitas Diponegoro Semarang, juara kedua diraih oleh Pelangi Atha Amalya dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan juara ketiga adalah Cahya Setyawan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sedangkan untuk lomba menulis feature news panitia tidak menetapkan pemenang, dikarenakan karya dari seluruh peserta tidak memenuhi syarat sebagai feature news.




Oleh   : Wulandari
Read more »

Meriahnya Nonton Bareng Ilusi Bersama Awak Media

Suasana nonton bareng Ilusi di Platinum Cineplex Hartono Mall

Kamis, 11 Juni 2015 bukan hanya menjadi hari bersejarah dengan digelarnya pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran dengan Selvi. Di Platinum Cineplex Hartono Mall juga dihebohkan masyarakat Solo dan awak media termasuk Komunitas Radio Fiesta FM yang berbondong-bondong menonton rilisnya film pendek berjudul Ilusi. Kegiatan nonton bareng ini dilaksanakan dua kali yaitu pada pukul 15.00 dan 19.00 WIB.

Ilusi merupakan film garapan alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Sito Fossy Biosa, yang bekerja sama dengan Platinum Cineplex Hartono Mall. Dalam film yang mengambil lokasi syuting di Jawa Timur ini bercerita tentang Lusi, seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dia tinggal di panti asuhan karena orang tuanya sudah meninggal. Kedua orang tuanya selalu menghantui mimpi-mimpi Lusi sehingga membuatnya menjadi pribadi yang malas dan kurang bersosialisasi. Namun, berkat kepercayaan diri, Lusi akhirnya bisa membuang kebiasaan malasnya itu dan bisa bersosialisasi kembali dengan lingkungannya.

Di tengah ramainya film yang bercerita tentang perjalanan cinta di masa remaja, Ilusi hadir sebagai film anak-anak yang mampu mengedukasi dan memberikan motivasi kepada anak-anak untuk selalu percaya diri. Film ini merupakan jawaban dari kekhawatiran masyarakat perihal kurangnya tontonan anak di masa sekarang.

Saat ditanya harapan dengan rilisnya film Ilusi, Sitto menjawab ingin mengajak masyarakat untuk lebih aware dengan film anak. Untuk ke depannya ia ingin terus berkarya dan bisa mengeluarkan film lagi. Film yang berdurasi 30 menit ini bisa ditonton masyarakat Solo dan sekitarnya mulai tanggal 11 Juni 2015 di Platinum Cineplex Hartono Mall.

Film Ilusi mulai tayang pada 11 Juni 2015




Oleh    : Sari Jauharoh
Read more »

“Tamasya Film” Ajari Anak-Anak SD Membuat Film



Suasana saat pemutaran film pendek
                Solo  -  Antusiasme siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Surakarta terlihat, setelah tiga buah film pendek bertemakan anak diputar dalam “Tamasya Film” yang digelar Sabtu (6/6/2015).  Tamasya Film merupakan acara yang digelar oleh Wolulas+ Event Organizer, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2015 serta guna untuk mewujudkan kota Solo menjadi kota Layak Anak. 

                 “Battle”  menjadi film pendek  pertama yang diputar, selanjutnya film pendek anak berjudul “Rena Asih” dan terakhir adalah “2B”, masing- masing pun memiliki pesan moral dan beberapa kali mampu membuat gelak tawa 118 siswa kelas 6 SD yang mengikuti Tamasya Film . Selain disuguhkan dengan tiga film pendek, siswa dan siswi SD pun diajak untuk membuat Film usai mendapatkan penjelasan singkat dari Senoaji Julius, yang menjadi pembicara sekaligus pembuat dari ketiga film yang diputarkan dalam acara tersebut. Pelatihan membuat film pendek 1 menit, dilakukan seluruh siswa dan siswi kelas 6 yang dibagi menjadi 20 kelompok. Para siswa dan siswi melakukan pelatihan yang terdiri dari pembuatan ide cerita, teknik pengambilan gambar, cara merekam, dan juga melatih kreatifitas serta melatih rasa percaya diri. 

                Salah satu siswi kelas 6 bernama Andra, mengatakan bahwa dirinya sangat senang dapat mengikuti pelatihan membuat film pendek. Andra menambahkan, bahwa setelah mengikuti pelatihan dirinya menjadi tahu bagaimana cara memegang kamera dan merekam sebuah video. Namun perasaan gugup dan grogi diungkapkan oleh siswi lain yakni Hanum, karena hal ini merupakan kali pertama dirinya berhadapan langsung didepan kamera. Antusiasme dan keseruan semakin terasa kala para siswa maupun siswi kelas 6 SD belajar untuk membuat film secara langsung.

                Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Surakarta mengatakan, bahwa acara ‘Tamasya Film’ ini merupakan acara yang sangat baik untuk anak-anak. Beliau menambahkan bahwa tidak dapat dipungkiri saat ini anak-anak lebih banyak mengkonsumsi beragam acara televisi yang masih minim tontonan yang layak bagi anak. Oleh karena itu dirinya mendukung acara ini dan berharap bahwa anak-anak dapat mengambil pelajaran dari film-film pendek yang ditonton, serta mereka dapat mengetahui mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. 

                Saat diwawancarai Fiesta FM, Senoaji Julius mengungkapkan bahwa tidak ada film yang layak anak, melainkan film yang mampu dimengerti oleh anak-anak. Menurut Senoaji, film anak tidak harus diperankan oleh anak-anak, bisa juga diperankan oleh orang dewasa namun isi ceritanya memang untuk anak-anak.  Senoaji menambahkan bahwa peran anak-anak dalam proses pembuatan film pendek seperti kegiatan pada acara ‘Tamasya Film’ penting sekali.

                 “Saat ini kita berada diera transisi, dimana teknologi khususnya teknologi komunikasi dan media komunikasi itu beralih, yang tadinya hanya berupa teks menjadi audio dan sekarang menjadi audio visual bahkan, 5 hingga 10 tahun kedepan medianya akan seperti itu”, lanjutnya. 

                Senoaji juga menjelaskan kalau tidak dibiasakan dan dikenalkan sejak SD maka kita akan selalu terbelakang karena kedepannya mereka akan  menyampaikan dan mengungkapkan sesuatu melalui video, misalnya seperti saat presentasi didunia kerja. 

                Bagi Senoaji pembelajaran dan pelatihan pembuatan film kepada anak SD bukan mengenai penguasaan alat tetapi apa yang ingin diungkapkan oleh anak dan dengan pelatihan pembuatan film sejak dini membuat pola pikir dan dan peka terhadap lingkungan serta mampu menyampaikan sesuatu dengan kritis adalah hal yang sebenarnya perlu dilatih kepada anak-anak dan yang terpenting adalah proses mereka mendapatkan dan memikirkan ide cerita, dan bagaimana mereka mengungkapkan ide tersebut.

               Media mampu menjadi sarana diluar kelas yang baik untuk anak-anak, namun infrastruktur belum cukup mendukung dan guru maupun orang tua murid mungkin juga belum terpikirkan penyampaian materi melalui media audio visual. Terakhir, Senoaji berharap kedepannya dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, masyarakat.


Anak-anak belajar mengoperasikan kamera

Siswa dan siswi berdiskusi untuk ide cerita film mereka


Audia Prita & Nurul Khumaira
              
Read more »

Talkshow Kanker “We Dare You to Care!”




KOMA Event Organizer Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Childhood Cancer Care (3C) Solo, menyelenggarakan Talkshow Kanker Anak yang bertajuk “We Dare You to Care!”, bertempat di Atrium Hartono Mall Solo Baru. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat (29/5/2015).

Talkshow Cancer: We Dare You to Care! adalah sebuah acara penyuluhan mengenai penyakit kanker pada anak yang dikemas dalam format talkshow di mana akan membahas segala seluk beluk mengenai penyakit kanker pada anak mulai dari penyebab, gejala, penyembuhan, hingga pencegahannya. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta tersebut dimulai pukul 14.00 sampai pukul 17.00 WIB.

Pembicara pertama adalah Raka Bagaskara Santoso, seorang yang pernah berjuang (survivor) dan sembuh dari leukemia. Pembicara ke-dua adalah Dr. Enny Listiawati, MPH merupakan seorang dokter pemerhati kanker anak dan juga merupakan salah satu founder Childhood Cancer Care (3C) Solo yang membahas mengenai penyakit kanker secara umum, penyakit kanker pada anak dan pola hidup sehat agar mengurangi resiko terkena kanker.

Sebagai Ketua Penyelenggara talkshow “We Dare You to Care!” Jessie Pakaya ingin mengajak masyarakat kota Solo untuk tidak hanya peduli, akan tetapi juga peka terhadap penanganan penyakit kanker yang menimpa anak-anak. Tidak hanya sampai disitu saja, Jessie juga ingin khususnya bagi para orangtua dan keluarga terdekat memahami mengenai kanker sekaligus lebih responsif dalam menjaga kesehatan dan gaya hidup mereka serta buah hati. 


Penulis : Yenni Tri Setyaningrum
Editor  : Sari Jauharoh
Read more »