MENGHADIAHI IBU TAK HARUS MENUNGGU 22 DESEMBER

IBU
Oleh: Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


sumber: http://www.axltwentynine.com/


Lirik lagu “Ibu” karya Iwan Fals di atas mengingatkan kita akan perjuangan dan ketulusan seorang ibu dalam mengasihi dan mencintai anaknya. Seorang ibu memiliki peran yang sangat mulia. Mulai dari perjuangannya menjaga sang buah hati ketika dalam kandungannya selama kurang lebih sembilan bulan lamanya, mempertaruhkan jiwa dan raganya demi melahirkan sang buah hati, hingga merawat dan membesarkannya dengan sepenuh kasihnya. Karena peranan yang begitu besar inilah, masyarakat di seluruh penjuru dunia memiliki apa yang dinamakan Hari Ibu atau Mother’s Day.

Konon, Hari Ibu merupakan momen spesial untuk merenungi kemuliaan seorang ibu. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dunia untuk memperingati Hari Ibu. Di antaranya ialah dengan memberi kado spesial maupun mengadakan acara atau kegiatan yang bertema ibu.

Di Inggris, Hari Ibu dikenal dengan istilah Mothering Sunday yang jatuh di hari Minggu pada minggu keempat pra-Paskah. Mothering Sunday ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menghormati ibu mereka dengan memberinya hadiah. Selain itu, Mothering Sunday biasanya juga diperingati dengan makan kue tertentu dan berkunjung ke gereja.

Sebagian besar negara di wilayah timur tengah merayakan Hari Ibu setiap tanggal 21 Maret. Di Mesir misalnya, Hari Ibu diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 21 Maret 1956. Sedangkan sebagian besar negara di wilayah Amerika merayakan Hari Ibu setiap hari Minggu di minggu kedua bulan Mei.

Perayaan Hari Ibu di beberapa negara di dunia memang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1956, pada tanggal 16 Desember 1956 Presiden Soekarno menetapkan Hari Ibu sebagai Hari Nasional. Namun untuk merenungi dan menghormati kemuliaan seorang ibu, haruskah kita menunggu tanggal 22 Desember?

Seorang anak biasanya menyiapkan hadiah bagi sang ibu hanya ketika sang ibu berulang tahun atau hanya ketika Hari Ibu tiba. Kita tahu, membalas jasa seorang ibu tidak akan pernah bisa dilakukan oleh seorang anak. Namun membahagiakan dan menyenangkan seorang ibu dapat dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu momen yang dianggap spesial tiba.

Menghormati dan membahagiakan seorang ibu semestinya dilakukan dengan tidak mengenal waktu, sebagaimana cinta sang ibu kepada seorang anak yang tak terhingga. Hari Ibu ada hanya sebagai simbol kebaktian yang diperingati secara serentak saja. Terlepas dari itu, membahagiakan sang ibu dapat dilakukan dalam keseharian kita. Kepatuhan seorang anak terhadap nasihat dan perintah orang tua menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ibu. Keberhasilan sang anak menjadi hadiah spesial bagi sang ibu.

Betapa senangnya hati seorang ibu ketika melihat anaknya mau belajar dan beribadah. Betapa damainya hati seorang ibu ketika mendapat dukungan dan doa dari sang anak. Hadiah tidak selamanya harus berupa materi. Membahagiakan dan menyayangi ibu tidak harus menunggu datangnya Hari Ibu. Hadiahi sang ibu dengan segenap kemampuan kita, kapan pun dan di mana pun.





Ditulis : Lia Budi Cahyani
Editor : Sari Jauharoh

1 komentar: