Feature Edisi Minggu, 1 Februari 2015



GRUJUGAN “KAMPUNG TUDUNG”

            Desa Grujugan merupakan desa penghasil tudung terbesar di Kabupaten Kebumen. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengrajin tudung, mulai dari penjual bambu hingga juragan tudung. Oleh karena itu, desa yang terletak di bagian selatan Kabupaten Kebumen tepatnya Kecamatan Petanahan ini, sering dijuluki sebagai “kampung tudung”. Namun belum diketahui pasti kapan dan bagaimana kerajinan tudung masuk ke Desa Grujugan hingga menjadi profesi sebagian besar warganya.

            Setiap shubuh para pengrajin tudung berbondong-bondong ke Pasar Gamblok, yakni pasar tradisional tempat para pengrajin menjual serta membeli bambu dan tudung yang sudah jadi. Di Pasar Gamblok inilah warga yang berprofesi membuat tudung biasa membeli bambu dengan harga Rp 3000/meter untuk bambu kecil dan Rp 5000/meter untuk bambu ukuran besar.

            Siang harinya, warga biasa berkumpul di pekarangan-pekarangan rumah untuk membuat tudung bersama-bersama. Kebiasaan ini disebut brayan. Ada yang membilah bambu menjadi bahan anyaman lapisan tudung yang disebut proses ngirat-irati, ada yang nganam atau menganyam hasil irat-iratan menjadi lapisan tudung (lambar), dan ada pula yang tinggal menjahit tepi lambar menjadi tudung siap pakai.